Selasa, 29 November 2022

Kisah Qurban Tukang Cuci yang Menggetarkan Hati

Semakin dekat dengan Idul Adha, semakin banyak orang yang mengunjungi stan daganganku. Sebagian hanya melihat-lihat, sebagian lagi menawar dan alhamdulillah tidak sedikit yang akhirnya membeli. Aku menyukai bisnis ini, membantu orang mendapatkan hewan qurban dan Allah memberiku rezeki halal dari keuntungan penjualan.

Hingga datanglah seorang ibu yang kemudian menggetarkan imanku dan membuatku tak bisa menahan air mata.

Semula, aku berpikiran ibu ini hanya akan melihat-lihat saja. Karena dari penampilannya, aku menduga ia bukanlah tipe orang yang mampu berqurban. Meski demikian, sebagai pedagang yang baik aku harus tetap melayaninya.

“Silahkan Bu, ada yang bisa saya bantu?” sapaku seramah mungkin.

“Kalau kambing itu harganya berapa, Pak?” tanyanya sambil menunjuk seekor kambing yang paling murah.

“Itu 700 ribu Bu,” tentu saja harga itu bukan harga tahun ini. Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu. Kalau harga kambing qurban tahun ini, paling murah sekitar 2 juta. Yang agak besar 3 juta.

“Harga pasnya berapa?”

Meskipun aku belum yakin ibu tersebut akan membelinya, minimal ia telah menunjukkan minatnya terhadap kambingku. “Bolehlah 600 ribu, Bu. Itu untungnya sangat tipis. Buat ibu, bolehlah kalau ibu mau”

“Tapi, uang saya cuma 500 ribu, Pak. Boleh?” kata ibu itu dengan penuh harap.

Keyakinanku mulai berubah. Ibu ini benar-benar serius mau berqurban. Mungkin hanya tampilannya saja yang sederhana tapi sejatinya ia bukanlah orang miskin. Nyatanya ia mampu berqurban.

Check Also

Ternyata Pahala Mengajak Istri Jalan-Jalan Lebih Baik Daripada I’tikaf di Masjid Selama Sebulan

“Ayah, belanja yuk, kebutuhan rumah bentar lagi habis ni” “Pah, jalan-jalan yuk, ke daerah pegunungan, …