Minggu, 27 November 2022

Jangan Diabaikan, Inilah Gejala dan Tanda Awal Peranakan Turun

Jaringan otot, ligamen, juga kulit di sekitar organ vagina merupakan struktur penyokong yang kompleks untuk menjaga agar organ panggul dan jaringan tetap pada tempatnya.

Proses kehamilan dan persalinan yang terlalu sering bisa membuat organ panggul bergeser atau awam menyebutnya dengan istilah “peranakan turun” atau “turun berok”.

Dalam dunia medis, peranakan turun disebut dengan Vaginal prolapse. Kondisi ini terjadi ketika organ panggul seperti rahim, kandung kemih, sampai rektum, turun ke dalam vagina bahkan keluar dari organ kemaluan.

Menurut dr.Ivan Sini, Sp.OG, dari RS Bunda Jakarta, vaginal prolapse terjadi karena melemahnya otot-otot penyangga rahim yang terjadi lantaran bertambahnya berat rahim saat kehamilan.

Perlemahan otot penyangga rahim sendiri sebenarnya merupakan proses alamiah yang terjadi dalam tubuh wanita guna mempermudah proses melahirkan. “Hanya saja, jika otot-otot tersebut tidak kembali normal pascamelahirkan, maka rahim terus turun hingga keluar dari mulut vagina,” katanya.

Ada beberapa gejala yang bisa menunjukkan terjadinya peranakan turun, antara lain merasa ada sesuatu yang turun di vagina, terasa seperti ada bantalan di vagina, susah berjalan, perdarahan, sampai sulit berkemih atau buang air besar.
Setiap kehamilan memiliki risiko vaginal prolapse. Namun ada beberapa tipe kehamilan yang tinggi risiko, yaitu sebagai berikut.

  1. Kehamilan ganda

Kehamilan dengan dua atau lebih janin menyebabkan rahim semakin berat. Hal tersebut menyebabkan otot-otot penyangga rahim semakin melemah sehingga meningkatkan risiko vaginal prolapse.

2. Ukuran bayi besar

Check Also

Ternyata Pahala Mengajak Istri Jalan-Jalan Lebih Baik Daripada I’tikaf di Masjid Selama Sebulan

“Ayah, belanja yuk, kebutuhan rumah bentar lagi habis ni” “Pah, jalan-jalan yuk, ke daerah pegunungan, …