Selasa, 29 November 2022

4 Hal Yang Menjadikan Seorang Ibu Bertahan Demi Anaknya

Sebuah pernikahan tak pelak dihantam badai ujian. Kehidupan nyata dari seluruh fase perkembangan manusia sebagai individu adalah ketika sudah mengayuh bahtera bernama pernikahan. Menikah adalah tentang penyatuan dua kepala dari latar belakang keluarga yang berbeda dan disatukan oleh satu rasa, satu tujuan. Yakni hidup bahagia dalam cinta kasih yang berlandaskan pranata sosial.

Layaknya sebuah perahu yang berlayar di samudera. Tentu tak selamanya cuaca bersahabat. Suatu saat akan tiba sebuah badai yang siap menenggelamkan seluruh penumpangnya. Namun, tak semua badai bisa meluluhlantakkan sebuah bahtera. Jika nakhoda yang mengendalikan kemudinya.

Begitulah perumpamaan serba serbi yang terjadi dalam sebuah pernikahan. Dari mulai masalah ekonomi, kehadiran anak, peran mertua, kehadiran orang ketiga dll.

Masalah yang paling mencuat adalah ketika badai orang ketiga datang dalam kehidupan rumah tangga seseorang. Di sini yang lebih sering mendapat ujian tentunya seorang istri. Banyak hal yang menyebabkan kehadiran wanita idaman lain ini muncul dalam rumah tangga.

Seorang suami biasanya mulai bosan dengan istrinya. Alasan terbesar biasanya sudah tidak muda lagi, tidak cantik dan tak pandai mengurus diri. Belum lagi alasan servis ranjang yang kurang memuaskan. Hingga buruknya komunikasi di antara keduanya.

Namun, bukan rahasia jika wanita yang dikhianati oleh suaminya akan tetap memaafkan dan bertahan. Ada yang bilang ini konyol. Disakiti kok masih bertahan?

Kali ini saya akan membahas tentang alasan mengapa anak bisa menjadi sumber kekuatan untuk sang ibunda? Yuk kita cek di bawah ini:

1. Ingin anaknya tetap memiliki ayah ibu yang lengkap

Anak. Ya, anak adalah penyejuk dan penguat ibunya kala dia harus merasakan sakitnya diduakan. Demi anak ibu rela kehilangan apapun termasuk cinta dari suaminya. Namun tidak dengan anak. Seorang ibu berusaha untuk tetap utuh keluarganya demi masa depan anak.

2. Demi kesuksesan anak

Dari kasus perceraian pasangan yang telah memiliki anak bahkan ada juga wanita yang tidak bisa melepas masa lajang hingga tua demi melihat anaknya sukses. Perempuan rela mati rasa daripada kehilangan senyum sang buah hati.

3. Anak harapan terbesar ibunya

Seorang anak adalah tumpuan harapan orang tua agar kelak ketika sudah memasuki masa tua bahkan uzur mereka akan berada di dekatnya. Seorang ibu memiliki mimpi yang begitu besar. Jika dia bermimpi mempunyai keluarga yang bahagia maka tentunya masa tua pun ingin dilewatinya dalam kebahagiaan di kelilingi cucu-cucu.

4. Anak mampu mengalihkan segala pedih

Siapapun di dunia ini yang telah diberi gelar seorang ibu tentunya merasakan sakit dan keluh kesah hamil dan melahirkan. Sejak saat itu pula tempaan mental sudah dijalani. Maka sudah tidak asing jika wanita begitu kuat menghadapi sebuah kepedihan hidup. Yang penting baginya saat sang anak berada di sampingnya, segala pedih itu akan hilang dengan sendirinya.

Nah itulah alasan mengapa seorang ibu bisa begitu tegar menghadapi derita hatinya. Anak adalah hal yang paling istimewa yang tak bisa ditukar dengan apapun. Cukup melihatnya tersenyum dan sukses. Maka seorang ibu tak lagi butuh hal lain.

Check Also

4 Fakta Gita Savitri, Sepakat dengan Suami untuk Childfree Alias Tidak Punya Anak

YouTuber Gita Savitri kini tengah disorot setelah mengaku melakukan childfree alias enggan memiliki anak. Berikut deretan fakta Gita …